Pengaruh Sosial Media Pada Kehidupan

Hai Sobat Techno,

Selamat pagi, pada postingan pagi ini kita akan angkat isu yang lagi hangat. Yaitu tentang pengaruh sosial media yang sedang menggila di kehidupan kita sehari-hari. Sosial Media pada saat ini sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan kaum millenial, kebanyakan kebutuhan sudah tergantung terhadap sosial media.

Kehadiran sosial media memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan bersosialisasi, pendidikan, bisnis dan masih banyak lagi. Terlepas dari itu semua, banyak orang yang menganggap bahwa pengaruh sosial media identik dengan dampak yang negatif meski sebenarnya media sosial juga menawarkan banyak keuntungan dan manfaat.

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi.

Ada beberapa pengaruh media sosial bagi kehidupan, antara lain :

Stres

Kebanyakan orang menggunakan sosial media untuk melampiaskan segalanya, mulai dari layanan konsumen hinga politik. Namun kelemahannya adalah seringkali unggahan kita merupakan stres yang tidak ada habisnya, karena apa yang kita unggah malah menjadi boomerang kepada kita sendiri.

Suasana Hati

Pada tahun 2014, peneliti di Australia menemukan bahwa mood atau suasana hati para responden lebih rendah setelah menggunakan sosial media di banding responden lain yang hanya berselancar di internet. Study menunjukkan bahwa orang merasa seperti itu karena mereka melihat hal itu membuang waktu.

Kecemasan

Para peneliti mengkaji kecemasan yang disebabkan media sosial, ditandai dengan perasaan gelisah, khawatir, susah tidur serta susah berkonsentrasi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Computers and Human Behavioumenemukan bahwa orang-orang yang menggunakan 7 atau lebih jenis media sosial bisa menderita tiga kali atau lebih gejala kecemasan dibandingkan mereka yang hanya menggunakan 1 atau 2 media sosial saja.

Depresi

Sebuah studi yang dilakukan pada 2016 melibatkan 1.700 orang menemukan risiko depresi dan kecemasan mencapai tiga kali lipat di antara orang-orang yang paling banyak menggunakan platform media sosial. Penyebabnya, perkiraan mereka, termasuk perundungan siber, memiliki pandangan terdistorsi mengenai kehidupan orang lain, dan merasa menghabiskan waktu di media sosial merupakan sebuah pemborosan waktu.

Tidur

Dulu manusia menghabiskan waktu mereka di malam hari dalam kegelapan, namun kita kita dikelilingi dengan pencahayaan buatan sepanjang siang dan malam hari. Para peneliti telah menemukan bahwa cahaya buatan ini dapat menghambat produksi hormon melatonin pada tubuh yang memudahkan untuk tidur. Dan cahaya biru, yang dipancarkan layar telepon pintar dan laptop dianggap sebagai biang keladinya. Dengan kata lain, jika Anda berbaring di atas bantal pada malam hari dengan mengecek Facebook dan Twitter, tidur Anda akan gelisah.

Kecanduan

Kecanduan media sosial memang ada, itu akan merupakan sebuah tipe kecanduan internet- dan itu tergolong merupakan sebuah gangguan (kesehatan). Dan kecanduan media sosial merupakan gangguan mental yang “mungkin” membutuhkan perawatan profesional.

Para peneliti menemukan bahwa penggunaan berlebihan berkaitan dengan adanya masalah dalam hubungan, pencapaian akademik buruk dan kurang berpartisipasi dalam komunitas yang tidak terkait dengan internet. Disimpulkan pula bahwa mereka yang lebih rentan terhadap kecanduan media sosial antara lain mereka yang memiliki ketergantungan pada alkohol, orang yang sangat tertutup, dan mereka yang menggunakan media sosial sebagai kompensasi karena kurangnya hubungan pada kehidupan nyata.

Kepercayaan Diri

Sebuah studi yang dilakukan pada 2016 lalu di Penn State University menunjukkan bahwa melihat swafoto seseorang menurunkan kepercayaan diri, karena para pengguna membandingkan diri mereka dengan foto orang yang tampak paling bahagia. Para peneliti dari Universitas Strathclyde, Universitas Ohio dan Universitas Iowa juga menemukan bahwa perempuan membandingkan dirinya secara negatif terhadap swafoto perempuan lain, begitu juga dengan para lelaki.

Kesejahteraan Jiwa

Dalam sebuah penelitian dari 2013, para peneliti menulis pesan terhadap 79 peserta lima kali dalam sehari selama 14 hari, menanyakan bagaimana perasaan mereka dan bagaimana mereka menggunakan media sosial sejak pesan terakhir. Makin banyak waktu yang dihabiskan di situs, makin buruk perasaan mereka sesudahnya, makin turun pula kepuasaan hidup mereka seiring bertambahnya waktu.

Hubungan

Jika Anda pernah berbicara dengan seorang teman yang tengah mengecek media sosialnya melalui telepon genggamnya, Anda mungkin bertanya-tanya apa akibat media sosial terhadap hubungan orang. Bahkan kehadiran telepon dapat menganggu interaksi kita, terutama ketika kita berbicara mengenai sesuatu yang penting. Hubungan romantis juga sering menjadi berantem karena salah satu dari pasangan tersebut lebih sibuk dengan telepon genggamnya dari pada pasangannya.

Iri

Dalam sebuah studi yang melibatkan 600 orang dewasa, sekitar sepertiganya mengatakan media sosial telah membuat mereka merasakan emosi negatif- kebanyakan frustasi- dan iri merupakan salah satu penyebab utama. Ini dipicu oleh kecenderungan membandingkan kehidupan mereka dengan yang lain dan penyebab tamanya adalah foto orang lain yang sedang melancong. Perasaan iri hati menyebabkan sebuah “pusaran kecemburuan”, di mana orang beraksi dengan iri dengan menambahkan konten serupa yang membuat mereka iri pada profil mereka.

Kesepian

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Preventive Medicine Amerika pada tahun lalu, mensurvei 7.000 orang yang berusia 19 sampai 32 tahun dan menemukan bahwa mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami keterkucilan sosial, yang meliputi rendahnya rasa sosial, kurang hubungan dengan sesama dan menjalani hubungan dengan berarti. Para peneliti menyebutkan, menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial dapat menggantikan interaksi tatap muka, tapi juga dapat membuat orang merasa terasing dan kesepian.

Nah, itu lah beberapa contoh pengaruh media sosial pada kehidupan yang sering kita abaikan. Semoga dari artikel singkat ini kita bisa lebih antusias lagi untuk mengontrol kegiatan kita dalam menggunakan media sosial.

Leave a Reply